Halek Manui, Putra Obi, Soroti Pemasangan Baliho di Tambang Rakyat Desa Anggai

Tak Berkategori784 Dilihat


*Makutbangkitnews.com|Obi, 9 April 2025* – Halek Manui, Amd.T, S.H., salah satu putra asli Pulau Obi, menyampaikan harapannya agar pemasangan baliho di area tambang rakyat Desa Anggai tidak menyulitkan masyarakat kecil yang bergantung pada aktivitas tambang tersebut. Halek, yang dikenal sebagai tokoh masyarakat dan advokat, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara regulasi dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Tambang rakyat Desa Anggai telah menjadi sumber penghidupan utama bagi warga sejak mulai beroperasi pada tahun 1994. Dengan izin resmi berupa Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR), tambang ini telah memberikan kontribusi besar bagi ekonomi lokal. Namun, pemasangan baliho yang dilakukan di area tambang baru-baru ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama terkait potensi gangguan terhadap akses dan operasional tambang.

Halek Manui menyampaikan bahwa tambang rakyat Desa Anggai memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. “Tambang ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal identitas dan keberlanjutan hidup warga. Saya berharap pemasangan baliho atau regulasi lainnya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat kecil untuk terus bekerja dan mendapatkan penghidupan,” ujar Halek.

Tambang rakyat Desa Anggai, yang telah memiliki izin WPR dan IPR, dikenal sebagai salah satu tambang emas tradisional yang dikelola secara turun-temurun oleh warga setempat. Dengan luas WPR mencapai 249,50 hektar, tambang ini menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi ribuan warga. Proses penambangan dilakukan secara manual dengan alat sederhana, menjadikan tambang ini sebagai simbol kegigihan dan kerja keras masyarakat Desa Anggai.

Halek juga menambahkan bahwa pemerintah dan pihak terkait harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diterapkan di area tambang rakyat tetap berpihak pada masyarakat kecil. “Kita harus menjaga agar tambang rakyat ini tetap menjadi milik rakyat, tanpa ada intervensi yang merugikan mereka. Regulasi harus mendukung, bukan menghambat,” tegasnya.

Dengan adanya perhatian dari tokoh masyarakat seperti Halek Manui, warga Desa Anggai berharap bahwa tambang rakyat mereka dapat terus beroperasi dengan lancar, tanpa hambatan yang merugikan. Tambang ini tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga bagian penting dari sejarah dan budaya Pulau Obi.

—Tim////

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *